Information System Quality Assurance and Control – Part 3

1. Berdasarkan teori yang dikemukakan pada tulisan, apa saja dampak implementasi ERP pada organisasi? Kemudian uraikan apa yang perlu dipersiapkan sebelum dan sesudah implementasinya?

Severin V., Stewart A., Bai Lu (2001) menjelaskan bahwa penerapan sistem ERP akan berdampak pada seluruh aspek dalam organisasi. Jika biasanya proyek tradisional hanya berdampak pada sebagian kecil aspek organisasi, proyek sistem ERP hampir biasanya berhubungan pada perancangan ulang business practices. Biasanya proyek sistem ERP memerlukan individu untuk mempelajari bahasa pemrograman yang baru dan akan terjadi perubahan paradigma pemrograman organisasi dari basis mainframe menjadi basis jaringan. Proyek sistem ERP membutuhkan biaya yang lebih besar daripada proyek tradisional, dan jika gagal dampaknya dapat membuat organisasi terpuruk. Continue reading

Advertisements

Information System Quality Assurance and Control – Part 2

(Case Study)

PT Bank Perkreditan Rakyat Maju Bersama adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan.

PT BPR Maju Bersama saat ini memiliki sistem informasi namun belum menggunakan ERP system. Sistem informasi tersebut di develop oleh tim TI PT BPR Maju Bersama. Sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan sudah terintegrasi, namun kemudian diperoleh informasi bahwa setiap program aplikasi menggunakan bahasa program development yang berbeda. Program aplikasi untuk penghitungan gaji dan bonus dibangun dengan menggunakan bahasa program Oracle, sedangkan untuk program akuntansi menggunakan program aplikasi yang dibangun dengan Visual C. Continue reading

Information System Quality Assurance and Control – Part 1

 

1. Audit Teknologi Informasi

Sandra S., Frederick G. (2009, p3) menjelaskan bahwa peran utama dari control dan audit teknologi informasi adalah sebagai meknisme untuk memastikan saling terintegrasinya sistem informasi dan laporan-laporan keuangan organisasi untuk menghindari dan mencegah kesalahan dalam laporan tersebut. Dengan terintegrasinya infrastruktur secara elektronik membuat kebutuhan akan sebuah mekanisme yang dapat meminimalisir masalah dari risiko yang dapat muncul dalam kegiatan operasional, yang dalam hal ini meningkatnya kebutuhan akan control dan audit itu sendiri. Continue reading